Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
  • Mental Health

    Finding Oxytocin.

    RD, my psychologist/therapist, prescribed me chocolates today.

    My polished manner laughed politely and nodded, the demon inside me scoffed.

    I did walk into the supermarket, purchasing chocolates. If I gain weight or pimples started to decorate my face, I blame you, RD.

    I wish he prescribed me wine.

    Goddamn oxytocin.

  • Travel

    Hotel Grand Karlita, Purwokerto.

    kamar kami di lantai 7 (non smoking floor) yang mengarah langsung ke Gunung Slamet dan kota Purwokerto.

    Dalam rangka menghadiri perkawinan sepupu suami yang diadakan di Purwokerto, lebih tepatnya di Ballroom Diamond nya Hotel Grand Karlita, kami sekeluarga pun berangkat ke kota mendoan ini 🙂 Perjalanan dengan mobil dari Yogyakarta ke Purwokerto makan waktu sekitar 3 sampai 4 jam, kami berjalan cukup santai sambil sesekali berhenti menikmati sawah. Sesuatu yang “agak jarang” ditemukan di ibukota 😀

    Hotel ini terletak di jalan utama kota Purwokerto, kalo gak salah di Jalan S Parman. Bangunannya yang langsing di cat merah dan hitam cukup mencolok dari kejauhan. Posisinya juga enak karena di jalan utama, dan menurut suami saya cukup dekat ke beberapa lokasi yang kami kunjungi di kota ini. Kami memesan kamar dengan double bed dan selalu minta ditempatkan di kamar non smoking. 

    Kesan pertama saat memasuki lobi hotel Grand Karlita adalah Wow luas dan bersih!

    Untuk menuju kamar diperlukan kartu tamu sehingga aksesnya aman dan terjaga, plus CCTV yang kami lihat bertebaran di area hotel. Begitu memasuki kamar kami di lantai 7, kami puas sekali dengan akomodasinya. Bahkan selama tinggal dan menikmati kamar di Grand Karlita selama empat hari tiga malam, saya berani bilang kalo kamar di hotel ini salah satu kamar hotel ternyaman yang pernah saya huni!

    Ada jendela besar (favorit saya) yang mengarah ke gunung Slamet dan kota Purwokerto. Bagusnya lagi, jendela ini dibuat merefleksikan dalam kamar alias cermin yang bisa buat ngaca itu loh… Jadi indah sekali kalo malam, saya buka jendela kamar (tidak perlu takut diintip karena tidak ada bangunan lebih tinggi daripada si Karlita hehehe) dan puas memandang lampu-lampu kota sambil…ngaca! Narsis :p

    berdiri di pagi hari memandang kota Purwokerto
    malam hari

    Salah satu favorit saya juga cermin di kamar mandi yang ada lampu dibelakangnya. Bikin kegiatan memakai skin care dan makeup lebih enak :p Untuk house keeping nya juga kami acungi jempol; kamar kami selalu rapi dan berbagai alat kosmetik saya yang bertebaran di kamar mandi tidak bergeser sesenti pun (kadang saya sengaja taruh banyak benda, ingin tau bagaimana house keeping meng-handle kerapihan dan discreetness). Fasilitas dalam kamar yang kami nikmati adalah meminjam pengering rambut dan alat sterika untuk menyetrika gaun dan jas kami sebelum acara.

    Ini loh, ada cahaya lampu gitu dibelakang cermin nya 😀
    Grand Ballroom Diamond, tempat resepsi sepupu kami dilangsungkan. Luas dan megah.

    Sayangnya ada satu hal cukup mengganggu yang saya dan suami nilai (dan juga mertua saya), terutama karena kami menginap lebih dari smalam. Yakni: MAKANANNYA GAK ENAK!

    Aduh ini parah sekali, sampai suami saya ingin buru-buru pulang karena tersiksa makan pagi sangat tidak enak. Untunglah ada restoran Cahaya Mas hasil rekomendasi sepupu yang cukup “mengobati” lidah suami sama makanan edible.

    Tidak hanya di segi breakfast saja yang sangat kurang tapi juga saat resepsi, beberapa menu tidak bisa dimakan. Bahkan ada satu menu yang saat dibawa ke meja kami sudah berbau anyir dan saat dicicipi sangat tidak enak seperti hampir basi -__- Tentunya saya tidak tau apakah sepupu kami yang punya hajat kala itu menyampaikan ke pihak manajemen atau tidak, namun kalo saya dan suami (dan mertua) jelas-jelas kapok sama makanannya. Sempat memperhatikan sih koki yang keluar untuk meninjau tiap makan pagi tampaknya masih sangat muda bahkan mungkin anak magang dari sekolah perhotelan? Entahlah. Semoga kelak berkesempatan menginap di Grand Karlita Purwokerto lagi dan makanannya sudah lebih edible 🙂

    wah ada live music ketika makan pagi di hari Minggu 🙂

    Oya kami membayar sekitar Rp.550.000,- per malam untuk kamar superior. Untuk hotel bintang 4 dengan kamar dan pelayanan house keeping seperti Grand Karlita sih sangat oke dan ramah dikantong, walau suami saya sampai detik ini masih “traumatis” dengan kondisi makanannya.

    Saya sendiri sempat turun untuk mencoba bar nya, tapi sayang bar terletak di outdoor yang untuk saya tidak nyaman karena kota Purwokerto lagi panas-panasnya. Saya sempat tanya apakah mereka menyediakan wine by glass di bar, tapi ternyata tidak. Oke, saya tanya apakah ada Corona? Ternyata habis. Err-oke deh, mungkin belum jodoh. Saya akirnya duduk di restorannya (yang mungil sekali!) dan memesan lime & honey (enak, komposisi pas) dan walau pengen ngemil tapi… aduh beneran deh, Karlita, kalau kalian baca ini, plis plis plis perbaikin tingkat kondisi dan rasa makanan kalian :’)

    Saya sampai lupa foto kondisi restoran yang seadanya, tapi kelihatannya cukup banyak bertebaran di internet kok 🙂 Bagi yang suka makan, tampaknya gak bisa berharap banyak deh untuk makan pagi kenyang dan enak di sini, karena memang cuma seadanya. Sedih akutu. Tapi di kota ini ada Go-Food kok :p Walau drivernya lumayan nyebelin, ngorder KFC aja banyak ngoceh lama dan jauh -__- Apa kabar kalo jadi driver Gojek di ibukota ya Pak? 🙂

    Kesimpulan menginap empat hari tiga malam di GRAND KARLITA PURWOKERTO:

    (+) Kamarnya NYAMAN dan BERSIH! One of the most comfortable room I’ve ever slept in!  Bahkan lebih nyaman jauh daripada hotel lain dengan bitang setara/lebih tiinggi. Bravo untuk tim desain dan interior Grand Karlita Purwokerto!

    (+) Kamar mandinya bersih dan stok tisu toilet selalu full mungkin karena tidak ada selang ya di klosetnya :p

    (+) Para pelayannya ramah-ramah dan ngebantu banget (walau memang as expected since they are a four-stars hotel) ,

    (+) Untuk menuju kamar diperlukan kartu akses/kartu kamar, sehingga kami merasa aman dan nyaman terutama untuk keluarga dengan anak-anak,

    (+) Ada Wi-Fi gratis dan kencang! Yeay untuk orang yang dinas atau wisata kemari! Wi-Fi nya baik di kamar dan area kolam renang kenceng! Happy!

    (+) Ada kulkas di dalam kamar! Yeayy!

    (+) Ini penting untuk keluarga dengan anak dibawah lima tahun: KAMARNYA CUKUP SOUND PROOF! Saya paling sebel nginep di hotel bintang empat ke atas tapi dindingnya gak tebel macem hotel esek-esek dimana suara orang jalan di lorong aja kedengeran. Kan anak saya jadi gak bisa istirahat, dan mama papanya juga teler gak bisa quality rest. Untungnya di Grand Karlita kami puas banget deh kalo ngomong soal kamar :p

    Namun………. ;

    ( – ) Makanannya sangat amat butuh perbaikan, segera! GAK ENAK. And I’m not only talking about their breakfast, but also from a wedding held there. I mean they served an indible foods WTF… if not shocking, it also outrageous. Their cooks needs to upgrade ASAP! ,

    ( – ) Kolam renang nya gede banget TAPI tempat duduknya dikit. Dan untuk akhir minggu dimana tingkat okupansi cukup tinggi, kasian beberapa keluarga yang dateng ke kolam sudah tidak kebagian tempat duduk 🙁

    Gimana, sudah siapkah untuk berlibur di Grand Karlita di Purwokerto? Kalau kelak kami berkesempatan ke kota mendoan ini lagi kami akan menginap disini lagi, dengan harapan…. makanannya tolong diperbaiki… hehehe.

    I wish you all a good and healthy day! 😀