Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
  • Travel

    SUMO Sushi Bar, Yogyakarta.

    Saya beberapa kali melihat media sosial SUMO Sushi Bar ini seliweran di feed instagram saya. Sebagai penggemar sushi, otomatis saya tertarik banget dan mencatat dalam hati kalo ke Yogyakarta saya harus coba Sumo sushi bar ini. Apalagi saat pembukaan Sumo Sushi ini heboh banget bok, sampe antriannya mengular berkilo-kilo meter *antara lebay dan tidak* 😀 No wonder ya kalo heboh, karena harganya pukul rata semua Rp.15.000,-! Murah banget kan :”)

    Sayangnya, ketika saya akhirnya berkesempatan mencicipi Sumo Sushi Bar saat ke Yogyakarta tahun lalu, saya kecewa banget sama sushinya. Memang, ada harga ada kualitas. Waktu itu saya pesan cukup satu piring sushi, sudah langsung enek saking nggak enaknya! Bah! Saya tanya, ada chawan mushi tidak? Pelayannya malah balik nanya, “Apaan tu ya chawan mushi?” pake bahasa jawa tentunya. Mereka gak sedia chawan mushi, dan akhirnya saat itu baby M saya pesankan rice bowl teriyaki atau semacamnya (lupa persisnya). Ini juga rasanya amburadul. Ketika itu saya kecewa berat dan pergi dengan hati dongkol.

    Oke, sekarang fast forward ke masa sekarang! 😀

    Ketika jalan-jalan ke Lippo Mall Yogya, saya iseng pengen kasih Sumo kesempatan kedua! Baby M dan papanya pergi main di lantai atas, sementara saya balik ke lantai dasar untuk kembali mencicipi sushi-sushi murah di Sumo.

    Disini ocha/teh jepangnya gratis, gelasnya sudah tersedia di meja. Oleh pelayan saya diberikan satu pucuk kantong teh. Hmmm… okay, saya pun celupin tu kantong “ocha” ke gelas dan mencet tombol dispenser. Nah disini mirip sama Genki Sushi ya, jadi ada dispenser air yang ter-attached di setiap meja. Saya sempat curiga tuh, kok gak ada uap yah layaknya air panas pada umumnya?

    Karena penasaran saya celupin ujung jari ke dalam gelas, dan ternyata… AIRNYA AIR DINGIN DONG :’) Luar biasa bah jadi gimana dong caranya tamu nyeduh tu ocha gratis, wahai Sumo sushi bar?? :’) Yasudahlah, mungkin belum jodoh sama ocha di sini, jadi minum air putih dingin saja hehehe.

    Saya sempet minta brosur menu, dimana tiap restoran sushi setau saya biasanya ada. Either untuk take away atau sekedar liat-liat menu yang di ambil dari sushi bar. Sayangnya, dijawab pelayan mereka gak punya menu atau brosur tentang sushinya. Hmm…. oke deh kalo gitu.

    Agak lama mengamat-amati piring sushi yang lenggak lenggok di belt, saya akirnya memberanikan diri untuk mengambil sushi pertama. Moment of truth…

    Sushi pertama yang saya jajal isinya salmon mentah dan slice mentimun. Di atas meja ada dua jenis kecap, saya tuang masing-masing ke mangkuk berbeda. Mungkin maksudnya ini kecap beda rasa (manis dan asin?) tapi di lidah saya, keduanya nyaris sama persis. Teksturnya pun sama-sama encer, berbeda dengan di Sushi Tei yang sama-sama kasih pilihan soy sauce tapi keduanya juga beda baik di rasa dan tekstur.

    Oke, lanjut… saya colek sushi tersebut ke soy sauce dan cabe tabur, lalu masukin ke mulut… Hmmm… ternyata rasanya sudah jauh acceptable daripada tahun lalu :’) daku terharu…

    kantong teh ocha dari Sumo, tapi air yang keluar dari dispenser ini air dingin… Jadi gimana dong nyeduh ocha nya? :’)

    Jujur saja, kalo makan sushi mentah di tempat sushi yang agak shady atau harga sushinya “bersahabat”, saya biasanya either kecewa atau pilih gak makan yang mentah sama sekali. Simply karena biasanya si sushi mentah sudah tidak fresh (ini bahaya banget karena bisa bikin keracunan makanan atau allergic reaction yang berakibat fatal).

    Entah apa yang bikin saya memutuskan untuk ambil sushi mentah dari Sumo sushi bar… penasaran, kayaknya 😀 Sekaligus juga setelah saya amat-amati, wujudnya terlihat masih wajar dan fresh. Saya akui rasanya memang tidak se-segar tempat sushi lain dengan harga lebih premium, tapi rasanya juga surprisingly tidak begitu buruk. Apakah Sumo sushi bar sudah belajar dari kesalahan yang lalu, alias tidak memperdulikan taste ? Entahlah, namun ternyata kesempatan kedua yang saya berikan untuk Sumo berakhir manis 😛

    Pilihan sushinya sendiri tidak banyak, dan beberapa saya lihat penampilannya “seadanya” alias tidak menggugah selera. Saya sendiri hanya mencicipi empat jenis sushi saja, karena sudah bingung mau mencicipi yang mana lagi. Ada beberapa suguhan gorengan (katsu) tapi terlihat tidak fresh or edible enough to me, karena kalau gorengan / deep fried sudah muter-muter lama di sushi belt biasanya sudah “masuk angin”.

    Kalau ke depannya Sumo sushi bar bisa memberikan taste sushi yang baik dan layak (tidak ngasal), saya pikir ia bisa menjadi saingan tempat makan sushi di Yogyakarta. Beberapa kali saya mengunjungi kota kecil ini, dan saya belum menemukan tempat makan sushi yang cukup fresh dan edible enough. Okay, memang ada cabang Sushi Tei di kota ini. Namun saya pernah keracunan makan salmon mentah mereka yang sudah muter-muter lama di belt, dan menurut saya Sushi Tei cabang Yogyakarta ini salah satu cabang mereka yang terburuk (selain yang di Central Park, Jakarta, tentunya), baik dari segi rasa dan pelayanan.

    Makanya saya berani bilang, kalo saja Sumo sushi bisa lebih memperhatikan taste sushinya dan menu lain yang ia suguhkan, bisa saja jadi kuda hitam dalam permainan per-sushi-an di Yogya 😀 karena soal harga, sudah jelas Sumo ini gak ada lawannya. Kapan lagi bisa makan sushi dengan harga Rp.15.000,- sepiring?? Bahkan kemarin saat membayar pakai Go-pay, saya dapet diskon jadi per piring hanya di kenai Rp.13.000,- saja… gila kan?

    Oh ya… Sumo, saya beneran loh gak abis pikir itu nyeduh ocha nya gimana yak kalo yang keluar air dingin dari dispenser? Saya gagal paham untuk urusan ini :’)

    SUMO Sushi Bar (Lippo Mall Yogyakarta dan Hartono Mall)

    PROS

    + harga sushinya murah banget,

    + porsi okelah,

    + soal rasa……hmm okelah, sudah bisa diterima (better dari tahun lalu),

    CONS

    soy sauce nya butuh perbaikan,

    – beberapa sushi dan rice bowl nya kelihatan kurang edible,

    – pilihan menunya masih sedikit,

    – pelayan agak kurang wawasan soal makanan Jepang,

    – NGAPAIN KASIH TEH GRATIS KALO GAK ADA AIR UNTUK NYEDUH! (masih gak abis pikir sayaaa) 😀

     

    Have a good and healthy day!